Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Materi Penyuluhan.

Makna Sloka Sarasamuccaya . 4-10

 Sloka 4 Apan iking dadi wwang, uttama juga ya,  nimittaning mangkana, wenang ya tumulung awaknya sangkeng sangsara,  makasadhanang subhakarma, hinganing kottamaning dadi wwang ika.  Terjemahannya: Menjadi manusia adalah kelahiran yang paling utama. Karena hanya dengan menjadi manusia sajalah kebajikan/kebenaran dapat dilakukan, dan hanya dari kebajikan/kebenaran itulah kesengsaraan dapat dibenahi.  Makna:           Menjadi manusia adalah anugerah yang paling utama. Hanya dengan menjadi manusia, kita memiliki kemampuan untuk berpikir, merasakan, dan bertindak dengan kebajikan dan kebenaran. Kebajikan dan kebenaran adalah prinsip-prinsip yang membimbing kita untuk hidup dengan bijaksana dan bertanggung jawab. Dengan menggunakan kebajikan dan kebenaran sebagai pedoman, kita dapat mencapai kesengsaraan yang lebih baik. Kebajikan membawa kita pada sikap dan tindakan yang baik, seperti kejujuran, keadilan, kebaikan hati, dan keberanian. ...

Stah Dharma Nusantara Jakarta Melaksanakan Kegiatan Pembinaan Pasraman

Sabtu, 7 Oktober 2023. Stah Dharma Nusantara Jakarta Melaksanakan Kegiatan Pembinaan Pasraman (Dharma Acarya) Akses, Mutu Dan Daya Saing Pendidikan Hindu Di Pasraman Jakarta Raya dan Pelatihan (Dharmagita).  (Dokumentasi Kegiatan)        Kegiatan ini melibatkan 50 Orang Peserta yang berasal dari 12 Pasraman yang ada di wilayah DKI Jakarta. Diantaranya Pasraman Ksatria Loka, Pasraman Amerta Jati Cinere, Pasraman Santi Wahana Lenteng Agung, Pasraman Pondok karya Marinir Cilandak, Pasraman Widya Dharma Angkasa, Pasraman Mustika Dharma Cijantung, Pasraman Aditya Jaya Rawamangun, Pasraman Purna Widya Cibubur, Pasraman Candra Prabha Jelambar, Pasraman Purna Jati Tanjung Puri, Pasraman Wira Satya Bhuana Tanah Abang, Pasraman Pertiwi Abhilasa. Dalam pelaksanaanya kegiatan dibagi menjadi dua pembinaan yaitu Pembinaan terhadap para guru atau Dharma Acarya dan Pembinaan pada siswa atau Dharmagita.  Kegiatan Dharma acarya sebagai berikut:  Materi 1: Program dan ...

Stah Dharma Nusantara menggelar Malam Sastra di Pura Aditya Jaya Rawamangun

     Jakarta, 22 Oktober 2022 bertempat di Pura Aditya Jaya Rawamangun mahasiswa Stah Dharma Nusantara terlibat dalam kegiatan pujawali ke - 96. Panitia piodalan berkolaborasi dengan mahasiswa stah dharma nusantara jakarta dalam melaksanakan rangkaian hari raya saraswati yakni malam sastra.  (Dokumentasi Kegiatan Dharmatula)           Antusias Dosen dan mahasiswa Stah Dharma Nusantara Jakarta berkontribusi untuk ikut serta dalam pelaksanaan Piodalan, sebagai bentuk implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni melakukan pengabdian masyarakat. Seiring dengan pelaksanaan piodalan, tepat pukul 21.00 Mahasiswa mulai melaksanakan rangkaian kegiatan malam sastra dengan Melantukan Puja Saraswati oleh seluruh peserta malam sastra, Sambutan Ketua BEM Stah Dharma Nusantara Jakarta oleh Sugeng purbadi dan Sambutan Ketua pengurus PAJ sekaligus membuka acara malam sastra. Kemudian usai kegiatan tersebut, kegiatan selanjutnya adalah Dharmatula, ...

Asal Mula Alam Semesta - Dr. Drs. I Ketut Donder

          Banyak konsep dan teori tentang “asal mula alam semesta” ini, beberapa agama mengklaim bahwa konsep agamanya mengandung konsep yang lengkap tentang alam semesta. Semua agama secara apologis mengakui telah memiliki konsep asal mula alam semesta yang sempurna. Sementara itu para sainstis dalam dunia sainsnya, masing-masing semakin asyik dengan perlombaan penelitiannya, dan asyik saling menumbangkan teori-teorinya. Hinduisme yang bersumber pada Veda memiliki konsep tentang asal mula alam semesta, yang dipertautkan langsung dengan tuhan dan dapat diuji kebenarannya berdasarkan konsep kebenaran sains.  (Alam Semesta dalam Hindu)          Faham-faham dasar Hinduisme misalnya mengatakan; bahwa tuhan atau yang diistilahkan dengan Brahman berada di luar kekuasaan manusia, dan tuhan merupakan penyebab segala kejadian dan keberadaan (Suryadipura, 1958 : 36). Dalam kaitannya dengan asal mula keberadaan alam semesta, Davies menyat...

Contoh Teks Dharmawacana Makna Hari Raya Pagerwesi (Wayan Tantre Awiyane)

Om Swastyastu Om Anobadrah Krtawyantu wiswatah Kepada yang telah disucikan pinandita lanang istri Kepada yang terhormat para tokoh yang hadir pada kesempatan ini Kepada yang saya hormati dan saya banggakan umat sedharma yang berbahagia. Terimakasih atas kesempatan yang telah diberikan kepada saya, Pada kesempatan  ini saya akan menyampaikan pesan dharma, semoga pesan dharma ini dapat menambah wawasan dan tentunya bermanfaat bagi kita semua. Pertama-tama marilah kita  senantiasa menghaturkan puja Asthungkare kita kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, karena atas Ashungkerta waranugraha beliaulah  kita dapat berkumpul bersama-sama di Pura Aditya Jaya Rawamangun yang suci ini dalam keadaan yang sehat, selamat, serta tanpa kekurangan suatu apapun. Yang kedua tidak lupa juga kita marilah haturkan puja Astuti bhakti kita kehadapan para leluhur, maha Rsi serta para guru yang telah membimbing kita hingga pada kesempatan ini. Pada penyampaian pesan dharma ini berjudul  “Makna ...

Makna Filosofis dari Klangsah atau kelabang yang selalu digunakan dalam Upacara Yajna

 Om Swastyastu,....           Dalam rangka piodalan pura parahyangan agung jagatkarta, di gunung salak jawa barat. Umat Hindu yang ada di DKI Jakarta dan sekitarnya melakukan ngayah untuk mempersiapkan piodalan pada hari purnama ke tiga, pada hari sabtu 10 september 2022 yang akan datang. Mulai dari organisasi masyarakat, mahasiswa dan siswa pasraman turut hadir dalam persiapan piodalan tersebut. Pada kesempatan ngayah tersebut kebetulan saya mendapatkan kesempatan untuk belajar menganyam daun kelapa, atau sering disebut dengan menganyam klangsah.  (Ngayah di Pura Parahyangan Agung Jagatkarta, Gunung Salak Jawa Barat)      Pada saat ngayah berlangsung saya melihat antusias generasi muda dalam mempelajari budaya sangat tinggi, terlihat bahwa tidak hanya generasi yang berasal dari bali saja yang belajar namun juga ada yang berasal dari jawa, lampung Palembang dan sebagainya, hal itu menurut saya menjadi satu momentum yang ideal bagi gene...

Manusia dan Alam Semesta adalah SATU

  Om swastyastu,.... Puja asthungkara penulis haturkan kepada Sang Pemilik Aksara.                Pengatar dalam tulisan ini ialah manusia dan alam merupakan satu kesatuan, yang membuat kita bertanya apa yang mendasari kalimat tersebut. Pertama Bagaimana pandangan Hindu tentang manusia dan alam semesta?, kemudian yang kedua bagaimana sikap manusia yang ideal dalam menyadari kesatuan tersebut? Secara kodrati manusia merupakan bagian dari alam semesta yang berevolusi mengikuti perubahan waktu dan sampai pada wujud sebagai manusia. Para pembaca bisa menambah pengetahuannya dengan mencari evolusi jiwa dalam pandangan Hindu. Karena dalam tulisan ini penulis tidak menyertakan pemikiran tersebut. Kembali pada kalimat tanya yang dimuat di dalam paragraf ini. Penulis ini menguraikan tentang Manusia dalam Hindu. https://www.google.com/search?q=wayan+tantre+awiyane&tbm=isch&ved=2ahUKEwj5jJWnqKz5AhVck9gFHXsFBcoQ2-cCegQIABAA&oq=wayan+tant...

Cara Meditasi dan Japa Mantram (Wayan Tantre Awiyane)

 Om Swastyastu,....           Para pembaca dan petualang pengetahuan yang saya muliakan. Pagi ini saya bersama siswa-siswa di sekolah melakukan rutinitas doa pagi. Siswa yang terdiri dari SMP dan SMA. Kemudian kita meneruskan aktivitas dengan memulai bersiap untuk melakukan doa. Doa dilakukan dengan melakukan sikap asana, pranayama, karasodhana dan dilanjutkan dengan mengucapkan mantram puja Tri Sandya bersama-sama, setelah mantram tri sandya selesai mantram kami lanjutkan dengan melantunkan puja saraswati dan puja guru. Setelah itu kami bersama-sama melanjutkan dengan meditasi sederhana, dengan melantunkan OM atau AUM sebanyak 9x (Sembilan kali).  https://www.google.com/search?q=gambar+meditasi&rlz=1C5CHFA_enID1015ID1016&sxsrf=ALiCzsaumVrNZ5ySEsGm0kLbxFPCjriZLQ:1658982933663&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=2ahUKEwjD68uD4Zr5AhU80HMBHQFUCvAQ_AUoAXoECAEQAw&biw=1280&bih=597&dpr=1#imgrc=S0TEHI3WLFUv2M    ...

Cerita Kepemimpinan dalam agama hindu (Kisah Yudistira)

          Cerita Kepemimpinan Yudhistira Pada  suatu hari, Pandu mengutarakan niatnya  ingin  memiliki  anak.  Kunti yang  menguasai  mantra  Adityahredaya, atas  anugerah  rsi  Durvasa segera  mewujudkan  keinginan  suaminya  tesebut.  Mantra  tersebut adalah  ilmu  untuk  pemanggil  dewa  untuk  mendapatkan  putera.            Dengan  menggunakan  mantra  itu, Kunti  berhasil  mendatangkan  Dewa Dharma.  Kunti  pun  mendapatkan anugerah  putera  darinya  tanpa  melalui hubungan badan. Putra tersebut diberi nama Yudhistira.            Dengan demikian, Yudhistira menjadi putera sulung Pandu, sebagai hasil pemberian  Dharma,  yaitu  dewa  keadilan  dan  kebijaksanaan.  Sifa...