Langsung ke konten utama

Postingan

Makna Sloka Sarasamuccaya . 4-10

 Sloka 4 Apan iking dadi wwang, uttama juga ya,  nimittaning mangkana, wenang ya tumulung awaknya sangkeng sangsara,  makasadhanang subhakarma, hinganing kottamaning dadi wwang ika.  Terjemahannya: Menjadi manusia adalah kelahiran yang paling utama. Karena hanya dengan menjadi manusia sajalah kebajikan/kebenaran dapat dilakukan, dan hanya dari kebajikan/kebenaran itulah kesengsaraan dapat dibenahi.  Makna:           Menjadi manusia adalah anugerah yang paling utama. Hanya dengan menjadi manusia, kita memiliki kemampuan untuk berpikir, merasakan, dan bertindak dengan kebajikan dan kebenaran. Kebajikan dan kebenaran adalah prinsip-prinsip yang membimbing kita untuk hidup dengan bijaksana dan bertanggung jawab. Dengan menggunakan kebajikan dan kebenaran sebagai pedoman, kita dapat mencapai kesengsaraan yang lebih baik. Kebajikan membawa kita pada sikap dan tindakan yang baik, seperti kejujuran, keadilan, kebaikan hati, dan keberanian. ...

Filsafat Sinau dalam budaya Jawa

Filsafat Jawa Sinau Penjelasan Filsafat Jawa Sinau adalah salah satu aliran filsafat yang berasal dari Indonesia, khususnya Jawa. Istilah "Sinau" berasal dari bahasa Jawa yang berarti "belajar" atau "mempelajari." Filsafat Jawa Sinau merupakan upaya untuk memahami kehidupan dan alam semesta melalui pendekatan filsafat yang khas Jawa.Beberapa konsep yang penting dalam Filsafat Jawa Sinau meliputi: Kehidupan Sebagai Proses Pembelajaran: Dalam pandangan ini, kehidupan dianggap sebagai proses pembelajaran yang berkelanjutan. Individu diharapkan untuk terus belajar dan mengembangkan diri sepanjang hayat. Konsep Keseimbangan: Filsafat Jawa Sinau menekankan pentingnya mencapai keseimbangan dalam berbagai aspek kehidupan, seperti antara pikiran dan perasaan, antara manusia dan alam, serta antara manusia dan Tuhan. Keberadaan Manusia dalam Alam Semesta: Filsafat ini juga mengajarkan bahwa manusia adalah bagian integral dari alam semesta, dan keterkaitan...

Kegiatan KKG dan MGMP di DKI Jakarta

Jakarta 8 Oktober 2023, KKG dan MGMP Hindu Di DKI Jakarta melaksanakan kegiatan Bimtek Penyusunan Perangkat Ajar Kurikulum Merdeka Menuju Pendidik dan Pengajaran Hindu yang merdeka dan kreatif.  Laporan kegiatan dari Bapak Supriyanto S.Pd.H sebagai ketua panitia dalam kegiatan bimtek yang diadakan di gedung dharmasewanam pura Aditya jaya Rawamangun. Kegiatan ini dibuka oleh Pembimas Hindu DKI Jakarta Bapak I Putu Jaya Adnyana dalam pembukaannya beliau memberikan apresiasi kepada KKG dan MGMP Hindu di DKI Jakarta karena telah berupaya dalam membangun kebersamaan untuk para guru yang mengajar di sekolah umum maupun di pasraman yang ada di Wilayah DKI Jakarta. Kemudian sambutan Dari perwakilan yayasan Mandira Widhyaka yang mana Bapak Ade Saendra yang mana beliau menuturkan tentang sejarah berdirinya yayasan Mandira Widhyaka dan tantangan di pasraman tentang penilaian. Kemudian dari yayasan Mandira Widhyaka kedepannya akan mempercayakan perwakilan guru untuk membuat soal ag...

Stah Dharma Nusantara Jakarta Melaksanakan Kegiatan Pembinaan Pasraman

Sabtu, 7 Oktober 2023. Stah Dharma Nusantara Jakarta Melaksanakan Kegiatan Pembinaan Pasraman (Dharma Acarya) Akses, Mutu Dan Daya Saing Pendidikan Hindu Di Pasraman Jakarta Raya dan Pelatihan (Dharmagita).  (Dokumentasi Kegiatan)        Kegiatan ini melibatkan 50 Orang Peserta yang berasal dari 12 Pasraman yang ada di wilayah DKI Jakarta. Diantaranya Pasraman Ksatria Loka, Pasraman Amerta Jati Cinere, Pasraman Santi Wahana Lenteng Agung, Pasraman Pondok karya Marinir Cilandak, Pasraman Widya Dharma Angkasa, Pasraman Mustika Dharma Cijantung, Pasraman Aditya Jaya Rawamangun, Pasraman Purna Widya Cibubur, Pasraman Candra Prabha Jelambar, Pasraman Purna Jati Tanjung Puri, Pasraman Wira Satya Bhuana Tanah Abang, Pasraman Pertiwi Abhilasa. Dalam pelaksanaanya kegiatan dibagi menjadi dua pembinaan yaitu Pembinaan terhadap para guru atau Dharma Acarya dan Pembinaan pada siswa atau Dharmagita.  Kegiatan Dharma acarya sebagai berikut:  Materi 1: Program dan ...

Bimtek Penyuluh Agama Hindu Provinsi DKI Jakarta

Jakarta 29 September 2023. Dr. Ida Made Pidada memberikan sambutan sekaligus membuka acara Bimtek Penyuluh Agama Hindu DKI Jakarta. Secara kinerja, penyuluh bekerja di ruang sunyi, tidak banyak bicara namun banyak bergerak melakukan kegiatan pembinaan umat. Oleh karena itu harus terjadi peningkatan dalam sinergitas untuk mendapatkan hasil pembinaan yang efektif. Secara kinerja memang penyuluh lebih banyak berapa di lapangan untuk melakukan pembinaan. Mengajak para penyuluh untuk memperbaiki sistem kerja.                            (Sambutan Kasubdit Penyuluh Agama Hindu) Sambutan dan laporan Pembimas Hindu DKI Jakarta Bapak I Putu Jaya Adnyana, mengapresiasi kekompakan para penyuluh agama Hindu yang terdiri dari 27 penyuluh agama Hindu Non PNS, kemudian 2 Penyuluh Agama Hindu PPPK dan 3 Penyuluh Agama Hindu PNS. Dalam laporannya beliau menegaskan bahwa pembimas Hindu membangun sinergi dengan PHDI DKI Jakar...

Dirjen Bimas Hindu Menyapa Temu Karya Penyuluh Agama Hindu Indonesia

     Indonesia, 27 September 2023 - Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu (Bimas Hindu) menggelar acara Temu Karya Penyuluh Agama Hindu Indonesia yang dihadiri oleh ratusan penyuluh agama Hindu dari seluruh Indonesia. Acara yang diselenggarakan secara virtual. Kegiatan ini diikuti oleh Seluruh Penyuluh Agama Hindu PNS, P3K, dan PAH Non PNS Se-Indonesia, ini bertujuan untuk memperkuat komunikasi, berbagi pengalaman, dan menggali inovasi dalam penyuluhan agama Hindu.      Direktur Jenderal Bimas Hindu, Prof. Dr. Drs I Nengah Duija, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan pentingnya peran penyuluh agama Hindu da lam memperkuat keberadaan dan pemaha man agama Hindu di tengah masyarakat. "Penyuluh agama Hindu memiliki tugas mulia untuk mengajarkan nilai-nilai agama Hindu kepada masyarakat, membimbing dalam melaksanakan ibadah, dan melestarikan budaya Hindu," ujar Dirjen Bimas Hindu.      Mereka membagikan pengetahuan dan pengalaman mereka k...

Makna Sloka Sarasamuscaya 3

Sloka Sarasamuscaya 3 Matangnyan haywa juga wwang manastapa, an tan paribhawa, si dadi wwang ta pwa kagongakena ri ambek apayapan paramadurlabha iking si janmamanusa ngaranya, yadyapi candalayoni tuwi.  Terjemahan: Janganlah pernah bersedih hati dilahirkan menjadi manusia, meskipun pada kelahiran yang dianggap paling hina; karena sesungguhnya amat sulit untuk bisa menjelma menjadi manusia. Berbahagialah menjadi manusia. Dewa Brahma Makna:           Dalam ajaran Hindu, menjadi manusia dianggap sebagai anugerah yang sangat berharga. Meskipun kehidupan manusia bisa dianggap penuh dengan penderitaan dan tantangan, menjadi manusia memberikan kesempatan unik untuk pertumbuhan spiritual dan pencapaian pencerahan. Dalam Hinduisme, diyakini bahwa makhluk lain seperti hewan atau tanaman tidak memiliki kesempatan yang sama untuk mencapai pembebasan dan pencerahan seperti yang dimiliki oleh manusia. Oleh karena itu, menjadi manusia dianggap sebagai kesempatan yang...