Langsung ke konten utama

#Kesucian Hati

Umat se-dharma, bahwa dalam kehidupan ini kita harus mampu menyucikan hati agar apa yang dilaksanakan benar-benar di jalan Dharma. Kesucian hati menyebabkan seseorang memperoleh kebshagiaan, menghancurkan pikiran atau perbuatan jahat.

Orang yang memiliki kesucian hati akan mencapai sorga dan apabila kita brrpikiran jernih dan suci, maka kesucian akan mengelilingi kita. Kesucian hati atau hidup suci dianugrahkan sebagai sarana untuk mendekatkan diri dengan Sang Hyang Widhi Wasa atau Tuhan Yang Maha Esa.

Sucikan hatimu

Agne daksaih punihi nah

Rg. Veda IX.67.26

Artinya
Sang Hyang Agni (Tuhan Yang Maha Esa), sucikanlah kami dengan menganugrahkan pengetahuan kepada kami.

Ulasan
Bahwa dalam kehidupan ini tentu sangat dibutuhkan sesuatu yang mampu mengantarkan kita kehidupan yang lebih baik. Untuk itu hendaknya kita selalu melakukan hal-hal yang sesuai dengan terutama kesucian hati yang perlu diupayakan dengan sebaik-baiknya.

Dengan kesucian hati yang sesuai dengan norma-norma agama yang kita yakini niscaya akan mendapatkan kebahagiaan. Oleh karena itu kesucian hati sangat diperlukan dalam kehidupan agar hidup ini lebih bermakna dan punya warna yang lebih baik.

Matur suksma,
Terimakasih...
Semoga memberikan manfaat..

Tulisan ini oleh Aris Widodo Penyuluh Agama Hindu Wilayah Prov Banten


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dharma Di Era Milenial (Wayan Tantre Awiyane)

(Dokumentasi Pribadi) Om Swastyastu Om Anobadrah Krtawyantu wiswatah Kepada yang telah disucikan pinandita lanang istri Kepada yang terhormat para tokoh yang hadir pada kesempatan ini Kepada yang saya hormati dan saya banggakan banggakan umat sedharma yang berbahagia. Terimakasih atas kesempatan yang telah diberikan kepada saya, Pada kesempatan yang baik ini saya akan menyampaikan pesan dharma, semoga pesan dharma ini dapat menambah wawasan dan tentunya bermanfaat bagi kita semua. Pertama-tama marilah kita haturkan puja Asthungkare kita kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, karena atas Ashungkerta waranugraha beliaulah   kita dapat berkumpul bersama-sama di pura Aditya Jaya Rawamangun yang suci ini dalam keadaan yang sehat, selamat, serta tanpa kekurangan suatu apapun. Yang kedua tidak lupa juga kita marilah haturkan puja Astuti bhakti kita kehadapan para leluhur, maha Rsi serta para guru yang telah membimbing kita hingga pada kesempatan ini. Pada penyampaian pesan...

Tri Pramana (Wayan Tantre Awiyane)

(Dokumentasi Pribadi) Om Swastyastu Om Anobadrah Krtawyantu wiswatah Kepada yang telah disucikan pinandita lanang istri Kepada yang terhormat para tokoh yang hadir pada kesempatan ini Kepada yang saya hormati dan saya banggakan umat sedharma yang berbahagia. Terimakasih atas kesempatan yang telah diberikan kepada saya, Pada kesempatan   ini saya akan menyampaikan pesan dharma, semoga pesan dharma ini dapat menambah wawasan dan tentunya bermanfaat bagi kita semua. Pertama-tama marilah kita   senantiasa menghaturkan puja Asthungkare kita kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, karena atas Ashungkerta waranugraha beliaulah   kita dapat berkumpul bersama-sama di pura Aditya Jaya Rawamangun yang suci ini dalam keadaan yang sehat, selamat, serta tanpa kekurangan suatu apapun. Yang kedua tidak lupa juga kita marilah haturkan puja Astuti bhakti kita kehadapan para leluhur, maha Rsi serta para guru yang telah membimbing kita hingga pada kesempatan ini. Pada peny...
Melalui surat ini Koko Jali dan Lembaga Daya Dharma (LDD) Katerdal Jakarta melakukan kegiatan kunjungan wisata kebhinekaan kepada Pura Aditya sebagai bagian dari terus melestarikan nilai-nilai nasionalisme dan toleransi bangsa Indonesia. Adapun kegiatan ini akan dilaksanakan :  Hari, tanggal : Sabtu, 26 Oktober 2019  Pukul : 09.00-13.00 WIB  Durasi : 30 Menit  Peserta : 50 peserta Difabel Pelaksanaan kegiatan berjalan dengan lancar, Pengurus pura bekerbe sama dengan penyuluh agama Hindu yang bertugas di Pura  Adityajaya yakni Wayan Tantre Awiyane,  Sedangkan perwakilan dari pengurus pura adalah bapak Gusti Ngurah Udayana, Serta dari pihak pinandipi diwakili oleh Pinandita Agung Nugraha.